Pemutar Rekaman

(1)

Dalam hening kau datang kedalam pikiran, berjalan-jalan dalam kepala, membawa rekaman-rekaman masa lalu. Aku meminta kau memainkan setiap rekaman yang kau pegang. Kau memainkan satu persatu rekaman itu. Kadang gambar menjadi samar, tapi kesan yang ada saat itu tetap dapat kurasakan. Dalam ramai engkau sedikit mundur, bersembunyi. Kemudian dalam hening engkau kembali datang membawa rekaman-rekaman, walau seringkali sama, tapi tetap menghadirkan haru.
(2)

Engkau pemutar rekaman, engkaulah juga pemain dalam gambar-gambar itu. Dalam gambar kita berbicara. Dalam gambar kita tertawa. Diluar gambar aku tersedu.
(3)

Engkau pemutar rekaman, kita tak dapat lagi membuat gambar-gambar baru. Tetap mainkan dan putarkan. Jangan biarkan rusak apalagi hilang. Kita sudah tak bisa lagi membuat gambar-gambar baru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s